JABARFAST TV.  Indramayu –  Saya, sejak kemarin juga minta agar CCTV silahkan dibuka seterang-terangnya.  Karena demi mengungkap kebenaran.  Silahkan membukti apapun,  bahkan saya pernah mengatakan 100 bukti lagi itu silahkan.  Yang penting membuat terang.  Lalu bagaimana setelah CCTV dibuka?  Nah ini yang ditunggu tunggu masyarakat ya.  Yang katanya ada pengamputan sengaja dari kios rukok budi ke rumah.

Nah seperti yang rekan-rekan saksikan semua juga,  memang ada mobil pickup tapi gambarnya gelap.  Tidak jelas gambarnya.  Nah sehingga saya masih belum bisa mengomentari CCTV yang tidak jelas begitu.  Nah penyidik menarasikan ketika CCTV diputar itu katanya diduga ini jenazah.  Tapi diduga kan?  Nah tapi kalau kita lihat memang CCTV itu yang gambar yang dibawa itu dibawa dari rumah dari toko nya budi ke mobil itu. Itu kan kecil.

Nah kalau jenazah kan kaku ya sebenarnya.  Kaku apalagi kalau itu di nilai budi Almarhum Budi itu kan besar tingginya  180.  Kalau ririn tingginya  185.  Kemudian kan dimasukin di depan ya kursi depan.  Nah ya memang sulit sih makanya saya tidak terlalu banyak komentar.  Lagi pula yang menjabarkan ini bukan ahli IT. Melainkan penyidik yang tidak mempunyai kompetensi untuk itu.  Namun apabila jelas ya saya apresiasi saya hormati berarti kan membuat terang.

Jadi sampai hari ini saya masih menilai ini CCTV ini belum membuat terang.  Karena gambarnya ini ya gelap dan sebelag lagi aktivitas apa memang ada lagi mengambil tetapi belum ada yang bisa menjelaskan dari ahli yang kompeten ahli IT.   Jadi tadi penyidik yang menjelaskan.  Sehingga menurut saya ya ini harus diperterang lagi diperjelas lagi atau disilaskan lagi oleh ahli IT yang kompeten.   Sehingga terungkap kebenarannya.

Bagi saya terungkap lebih bagus.  Biar saya juga bisa mengambil sikap.  Nah cuma berhubung karena masih belum jelas.  Jadi saya masih menggali ini masih menunggu coba.  Ini agendanya nanti saya menanyakan kepada penyidik yang menyetel CCTV itu atau yang menjelaskan CCTV itu.  Nanti dengan pertanyaan-pertanyaan saya bagaimana apakah nanti ada titik terang kan.

Media,  Kalau hasil dari ponsel Ririn tadi cuman?   Iya.  Kalau celebrate ponsel Ririn,  Ririn langsung menyampaikan ke saya nomornya dia itu nomor (Tri)  3.  Iya dua-duanya sementara yang di-celebrate itu nomor telkomsel.  Iya sehingga Ririn itu merasa itu bukan nomornya. Nomor dia nomor (Tri)  3.  Jadi apapun yang hasil celebrate itu karena nomor handphonenya itu bukan nomor handphone Ririn itu telkomsel.  Maka kami Ririn juga tidak menanggapi mengenai celebrate handphone itu.

Media,  Masih ada kesempatan nggak pak Toni?   Biasanya itu kan untuk membuat tangkapan CCTV itu ada namanya ahli IT melakukan face recognition.  Kecocokan wajah dengan membandingkan dengan wajah asli.
Masih ada kesempatan nggak untuk itu?

Iya coba nanti kalau saya masih bisa dikasih kesempatan saya nanti coba diskusi lagi dengan tim.  Tetapi ini kan waktunya mepet karena agenda selanjutnya ini kan kalau ini selesai agendanya tuntutan. Tapi coba saja.
Nah berarti gini penyidik atau jaksa penduduk umum tidak menghadirkan ahli IT untuk bukti elektronik. Tidak dilakukan digital forensik.  Saya juga sama untuk rekaman-rekamannya itu bukti elektroniknya sama tidak dilakukan digital forensik.

Ini dua-duanya tidak dilakukan digital forensik ya untuk rekaman CCTV.  Biarlah nanti hakim yang menyikapi hakim yang menilai dan hakim yang memutuskan. Itu aja kalau tidak ada waktu lagi untuk dianalisis atau untuk dilakukan digital forensik oleh ahli IT.

(kholfiantoro)

Share.
Exit mobile version