Close Menu
Jabar FastJabar Fast
  • News
  • Nusaraya
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
  • Cahaya
  • Techno
  • Otomotif
  • Bola
  • Lifestyle
  • Tren
  • Lestari
  • Health
  • Redaksi
What's Hot

Proses Lelang Aset Tanah Pesawahan Milik Pemda Indramayu Belum Dimulai Untuk Tahun 2026, Namun Dugaan Sementara Oknum Dilapangan Sudah Meminta Uang Sewa Alih-Alih Katakan Sudah Dimenangkan

October 29, 2026

Pusat pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Lemdiklat Polri. Mensosialisasikan Tata Kelola Manajemen Tenaga Pendidik (Gadik)

October 28, 2026

Sebanyak 17 Siswa SDN 1 Rambatan Wetan.Diduga Keracunan Makanan MBG. Diantaranya 2 Siswa Dirujuk Kerumah Sakit Umum Daerah Indramayu

October 23, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
Jabar FastJabar Fast
BERLANGGAN
Login
  • News
  • Nusaraya
    • Jawa Barat
    • Jawa Tengah
    • Jawa Timur
  • Cahaya
  • Techno
  • Otomotif
  • Bola
  • Lifestyle
  • Tren
  • Lestari
  • Health
  • Redaksi
Jabar FastJabar Fast
Home » Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB
Berita Terkini

Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dimulai Pukul 18.03 WIB

By Redaksi5 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Jabarfast tv Jakarta, – Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.

“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/3).

Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase Totalitas—di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi. Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Lebih lanjut, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.

Tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia. Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang.

BMKG berkomitmen untuk terus memberikan informasi tanda waktu dan fenomena astronomi secara akurat kepada publik. Masyarakat diimbau untuk menikmati fenomena ini dengan tetap memperhatikan informasi cuaca setempat dari kanal resmi BMKG.

(Danya)

Jabarfast tv Jakarta, – Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan akan terjadi Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026. Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama. Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.

“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly di Jakarta, Senin (2/3).

Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase Totalitas—di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi. Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Fachri Radjab, menjelaskan berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Lebih lanjut, pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas yang lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” ujarnya.

Tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia. Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang.

BMKG berkomitmen untuk terus memberikan informasi tanda waktu dan fenomena astronomi secara akurat kepada publik. Masyarakat diimbau untuk menikmati fenomena ini dengan tetap memperhatikan informasi cuaca setempat dari kanal resmi BMKG.

(Danya)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link
Redaksi
  • Website

Related Posts

Proses Lelang Aset Tanah Pesawahan Milik Pemda Indramayu Belum Dimulai Untuk Tahun 2026, Namun Dugaan Sementara Oknum Dilapangan Sudah Meminta Uang Sewa Alih-Alih Katakan Sudah Dimenangkan

October 29, 2026

Pusat pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Lemdiklat Polri. Mensosialisasikan Tata Kelola Manajemen Tenaga Pendidik (Gadik)

October 28, 2026

Sebanyak 17 Siswa SDN 1 Rambatan Wetan.Diduga Keracunan Makanan MBG. Diantaranya 2 Siswa Dirujuk Kerumah Sakit Umum Daerah Indramayu

October 23, 2026
Iklan
Top Posts

Garap Proyek Rehabilitasi Jalan Setana Bojongsari, CV Rogo Teknik Diduga Sunat Volume

December 1, 202552 Views

Dugaan Kejanggalan Seleksi Administrasi Perusahaan Penyedia Paket APBD Indramayu 2026 Oleh UKPBJ

June 28, 202642 Views

MEMBEDAH! LHKPN Anggota Legislatif Indramayu, Siapa Terbanyak?

July 13, 202640 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Demo
Terpopuler

Garap Proyek Rehabilitasi Jalan Setana Bojongsari, CV Rogo Teknik Diduga Sunat Volume

December 1, 202552 Views

Dugaan Kejanggalan Seleksi Administrasi Perusahaan Penyedia Paket APBD Indramayu 2026 Oleh UKPBJ

June 28, 202642 Views

MEMBEDAH! LHKPN Anggota Legislatif Indramayu, Siapa Terbanyak?

July 13, 202640 Views
Pilihan Kami

Proses Lelang Aset Tanah Pesawahan Milik Pemda Indramayu Belum Dimulai Untuk Tahun 2026, Namun Dugaan Sementara Oknum Dilapangan Sudah Meminta Uang Sewa Alih-Alih Katakan Sudah Dimenangkan

October 29, 2026

Pusat pendidikan Administrasi (Pusdikmin) Lemdiklat Polri. Mensosialisasikan Tata Kelola Manajemen Tenaga Pendidik (Gadik)

October 28, 2026

Sebanyak 17 Siswa SDN 1 Rambatan Wetan.Diduga Keracunan Makanan MBG. Diantaranya 2 Siswa Dirujuk Kerumah Sakit Umum Daerah Indramayu

October 23, 2026
Alamat Redaksi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Home
  • News
  • Trending
  • Video
  • Redaksi
© 2026 Jabarfast. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?